Rabu, 21 Februari 2018

Tanjungsari: Menjalin Kerukunan dengan Lomba TKT

   
Regu Tarik Tambang kota Tanjungsari  menyumbang medali emas bagi kontingennya

LDII PC Tanjungsari Kab. Sumedang menghelat kegiatan kerukunan dan keakraban di antara warga pengajian LDII sekecamatan Tanjungsari. Acara berupa Lomba TKT (Tarik Tambang, Karung Kelereng, Tata Tumpeng) diadakan hari Minggu (22/9) di Kompleks Mesjid Darussalam, Tanjungsari.  Dari tiga even dilombakan, Kontingen kota Tanjungsari mendulang 2 medali emas, kosong perak, dan nihil perunggu.


Lomba, ajang kerukunan dan silaturahim
Untuk memeriahkan kegiatan ini, LDII PC Tanjungsari mengundang warga LDII tetangganya, yakni LDII PC Sumedang Selatan agar lomba berlangsung  semakin kompetitif dan meriah. Dalam lomba tarik tambang, regu kota Tanjungsari berhasil unggul dalam final olah raga  adu otot ini. Di penyisihan Kota Tanjungsari mengungguli tim tamu, Cilengsar.  Dan di Final berhasil mengatasi regu tuan rumah Darussalam.  Babak final yang ditunggu-tunggu bakal alot, ternyata tidak sesuai harapan.  Regu tuan rumah tanpa memberi perlawanan berarti, kalah mudah dalam dua babak langsung, 2-0. Medali perunggu sebagai hiburan diraih tim tamu, dari Cilengsar.

 Pada even kolaborasi balap karung dan balap sendok, regu tamu berjaya.  Pasangan lomba dari Cilengsar, Ahmad dan Dedi  dan pasangan lomba  dari Singkup, H. Arafah dan Rizkon (dari Sumedang Selatan) mendulang  medali emas dan perak.   Sementara medali penghibur milik tuan rumah disabet duet Yuda-Slamet, setelah di babak perebutan tempat ketiga mengungguli regu kota Tanjungsari.

Kepastian kontingen kota Tanjungsari meraih predikat juara umum disumbangkan oleh ibu-ibu melalui tim  Tumpeng. Regu ini menduduki kampiun dengan angka 850 melebihi poin diperoleh dari peserta lainnya.  Penilaian tumpeng berdasarkan kriteria a) penampilan dan b) rasa.  Agar memiliki kesahihan dan akurasi lomba kuliner ini, Panitia menyediakan tim juri pengetes rasa dan pengamat penampilan teruji, yakni terdiri sesepuh yang telah makan-garam di dunia kuliner.  Dari lima juri, angka dijumlahkan dan dirata-ratakan, akhirnya diurutkan.  Posisi kedua adalah Cilengsar, dan ketiga kembali milik tuan rumah. 

Berikut perolehan medali
1.  Kota Tanjungsari    2 0 0
2.  Cilngsar                 1 1 1
3.  Darusalam             0 1 2
4.  Singkup                 0 1 1

kerukunan dan kekompakan
Kegiatan kerukunan dan menjalin silaturahim ini dihadiri oleh pimpinan PC Tanjungsari, H. Saeful Rochman.  Selain itu hadir Wakil Ketua DPD LDII Sumedang, Bapak Ir. H. Saeful Mikdar.  Dalam sambutannya,  Beliau memberi pesan agar kegiatan yang dikemas rileks dan santai menjadi media mempererat silaturahim dan kerukunan.  Warga LDII dapat saling bertukar pikiran, berdiskusi, maupun berbagi cerita sehingga berdaya guna.  Pada akhirnya, lebih mendekatkan sesamanya dan membangun spirit untuk meningkatkan kualitas kehidupan berbasis religius.

Nasi tumpeng di-"bongkar" oleh tim khusus, ibu-ibu
Acara ditutup dengan pembagian hadiah kepada masing-masing kontingen. Juara pertama membawa pulang hadiah berupa cinderamata dan dispsenser berikut galonnya.  Begitu pula pemenang kedua dan ketiga, serta hadiah hiburan bagi peringkat keempat.   Setelah pemberian hadiah usai, demi kebarokahan acara ini, ditutup dengan do'a oleh ustad Beni.

Di akhir sesi, seluruh peserta lomba, baik pemain maupun penonton menikmati nasi tumpeng yang di-"bongkar" dari tumpeng lomba untuk dimakan bersama.  Seluruh peserta baik orang tua, remaja, dan anak-anak berbaur menikmati tumpeng hasil kerja keras ibu-ibu yang dibuat semalam.  Botram dilakukan secara lesehan dengan suasana santai dan  riang gembira.  (**dewa dh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar