Presiden: Rakernas LDII Berikan Kontribusi Nyata

klik di sini: Presiden RI Joko Widodo membuka Rakernas LDII 2018
Jakarta – Presiden RI Joko Widodo, Rabu (10/10) pagi menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional 2018 yang digelar Lembaga Dakwah Islam Indonesia. Presiden disambut 1.500 peserta dari 34 propinsi se-Indonesia yang hadir dalam acara bertemakan ‘LDII Untuk Bangsa’ ini.
Ketua Umum DPP LDII, Abdullah Syam dalam sambutannya menjelaskan mengenai kontribusi kerja LDII, bagaimana mengembangkan generasi profesional religius, yang ahli di bidangnya. SDM yang dimiliki LDII telah menunjukkan kontribusi nyata dan tersebar di dalam maupun luar negeri.
![]() |
| klik di sini: Presiden RI Joko Widodo membuka Rakernas LDII 2018 |
Jakarta – Presiden RI Joko Widodo, Rabu (10/10) pagi menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional 2018 yang digelar Lembaga Dakwah Islam Indonesia. Presiden disambut 1.500 peserta dari 34 propinsi se-Indonesia yang hadir dalam acara bertemakan ‘LDII Untuk Bangsa’ ini.
Ketua Umum DPP LDII, Abdullah Syam dalam sambutannya menjelaskan mengenai kontribusi kerja LDII, bagaimana mengembangkan generasi profesional religius, yang ahli di bidangnya. SDM yang dimiliki LDII telah menunjukkan kontribusi nyata dan tersebar di dalam maupun luar negeri.
LDII Serukan Kembali Menjadi Bangsa Bermoral
Jakarta (11/7). Kondisi bangsa Indonesia yang menunjukkan
demoralisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mengundang
keprihatinan LDII. Di bidang politik, marak politik uang. Sementara itu
penyelenggaraan pemerintahan masih diwarnai korupsi dan suap. Sementara
dalam tataran sosial dan budaya, nilai-nilai barat dianggap sebagai
modern dan mengabaikan kebijakan local dan nilai-nilai agama.
Ajakan itu diserukan Ketua DPP LDII Prasetyo Soenaryo dan Chriswanto Santoso, dalam acara buka bersama wartawan di Restoran Sinbad Petamburan, Jakarta Barat. Prasetyo Soenaryo menyebut ajakan kembali sebagai bangsa bermoral sebagai remoralisasi bangsa.
Bahas Ekonomi Syariah pada MEA, LDII Temui Jokowi
Pengurus LDII bersama Presiden RI, Bapak Jokowi di Jakarta
KBRN, Jakarta : Jajaran pengurus Lembaga Dakwah Islam indonesia (LDII) menermui Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (8/1//2015). Dalam pertemuan itu, menurut Ketua Umum DPP LDII H. Abdullah Syam membahas mengenai peningkatan Sumber Daya Manusia melalui pendidikan formal maupun non formal serta latihan-latihan yang bekerjasama dengan organisasi Islam lain hingga instansi pemerintah.
Selain itu, lanjutnya, pertemuan itu juga membicarakan mengenai penguatan ekonomi syariah di Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean tahun 2015 ini.
KBRN, Jakarta : Jajaran pengurus Lembaga Dakwah Islam indonesia (LDII) menermui Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (8/1//2015). Dalam pertemuan itu, menurut Ketua Umum DPP LDII H. Abdullah Syam membahas mengenai peningkatan Sumber Daya Manusia melalui pendidikan formal maupun non formal serta latihan-latihan yang bekerjasama dengan organisasi Islam lain hingga instansi pemerintah.
Selain itu, lanjutnya, pertemuan itu juga membicarakan mengenai penguatan ekonomi syariah di Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean tahun 2015 ini.
Baca selengkapnya »
Menurutnya
mereka yang menggunakan hisab juga tidak boleh diabaikan. Karena hisab
sangat membantu menentukan hilal dalam pergantian tahun. Pendek kata,
penggunaan dua metode ini sebaiknya diakomodir dengan menentukan
kriteria. Dengan demikian tak ada lagi perbedaan untuk melaksanakan
ibadah puasa, yang sangat prinsipil bagi umat Islam.
Selangkah Lagi LDII Melaksanakan Hisab Rukyat Mandiri
Menteri Agama Suryadharma Ali mengetuk palu memutuskan 1 Ramadan 1434 H jatuh pada Rabu, 10/7/2013. Dok. DPP LDII.
Pemerintah melaksakan sidang itsbat pada Senin (8/7/2013) yang
dihadiri 36 ormas Islam di kantor Kementerian Agama, Jl MH Thamrin
Jakarta. LDII menjadi salah satu undangan sidang tersebut. Yang
mengemuka dari sidang isbat kali ini adalah perlunya kriteria-kriteria
yang disepakati bersama, agar tahun depan umat Islam bisa bersamaan
dalam mengawali puasa Ramadan dan merayakan Idul Fitri.
LDII telah dua kali menjadi tamu undangan Kementerian Agama untuk
menghadiri sidang itsbat untuk menentukan awal Ramadan. Ini merupakan
langkah awal LDII untuk membentuk SDM mumpuni di bidang ilmu
perbintangan atau falaq. LDII sejatinya sama halnya dengan ormas Islam
lainnya, yang kesulitan dalam melakukan kaderisasi ilmu perbintangan,
lantaran peminatnya sangat jarang.
Bahkan di LDII baru tiga tahun
ini membentuk embrio Tim Hisab Rukyat DPP LDII. Dalam sidang tersebut
LDII mengutus anggota Tim Hisab Rukyat DPP LDII Drs KH Aceng Karimullah
dan Ir Yurinaldi dari Dewan Pakar DPP LDII. LDII untuk menyiapkan Tim
Hisab Rukyat dalam dua tahun terakhir kerap melakukan pelatihan dengan
bekerjasama dengan Kementerian Agama, secara teori dan praktik mengamati
pergerakan bulan untuk melihat hilal di Pelabuhan Ratu, yang merupakan
pos resmi observasi Kementerian Agama.
Sependapat dengan
Maruf Amin, KH Aceng Karimullah membenarkan bahwa tak setiap orang boleh
mengumumkan hasil penglihatan hilal. Harus ada lembaga resmi atau ulil
amri, apalagi puasa adalah ritual ibadah umat. Maka itu, sejak dulu LDII
menyerahkan urusan hisab rukyat kepada pemerintah, “Alasannya
pemerintah memiliki SDM dan peralatan yang memadai,” pungkas KH Aceng
Karimullah. Namun tak menutup kemungkinan LDII juga akan melakukan
pengamatan secara mandiri, untuk memberi masukan kepada pemerintah
mengenai pelaksanaan awal Ramadan dan Syawal.
Bagi LDII
kriteria ini penting untuk menciptakan ukhuwah Islamiyah, yang pasti
tahun depan LDII bukan hanya sebagai undangan dan memantau sidang istbat
tapi memberi masukan kepada ulil amri dalam hal ini Kementerian Agama,
karena LDII telah mampu melakukan pengamatan hilal secara mandiri. (***LC)
Sumber: situs LDII


Tidak ada komentar:
Posting Komentar