Selasa, 08 Januari 2019

LDII Sumedang Gelar Ikhtibar Halaqoh Tahfidz Al Quran


Peserta Ikhtibar Halaqoh Tahfidz Al Quran di Mesjid Baitul Makmur, Cilengkrang, Sumedang

Sebanyak 53 peserta   mengikuti Ikhtibar Halaqoh Tahfidul Al Quran yang diselenggarakan atas kerja sama Bagian Pendidikan Agama dan Dakwah (PAD) DPD LDII  Kab. Sumedang dan Penggerak Pembina Generus (PPG) dari generasi  muda mulai usia SD hingga remaja SMA.   Tema ikhtibar halaqoh kali  ini adalah “mewujudkan Generasi  al Quran dalam menerapkan kehidupan sehari-hari.” Lokasi ikhtibar  ini diadakan Mesjid Baitul Makmur, Cilengkrang, Sumedang  pada hari Minggu, 6 Januari 2019.     

Ikhtibar Halaqoh dimulai pukul 08.00 WIB, dengan pembawa acara dari guru tahfiz dari  PC Sumedang Selatan, yakni  Suntoro.  Menurutnya,  acara ini bertujuan untuk mengevaluasi serta memonitoring sejauhmana tingkat pencapaian peserta tahfizh dalam menghafal Al-Quran, khususnya  juz 28, 29, dan 30 yang  berada di lingkungan LDII Sumedang.

Sementara Ketua  Pelaksana, H. Benny Hendro Susilo, S.Pd.I mengatakan sejumlah guru mengaji (mubalig) di Sumedang yang dikoordinasikan sebagai Panitia. Ada  guru lain bertindak sebagian anggota dewan juri. Peserta  tsb berasal dari PC-PC yang ada di wilayah Kabupaten Sumedang, dan  mayoritas masih  duduk di bangku SD, SMP, dan SMA.

Di sela waktu, Ketua PPG, Ade Suswandi, S.Si, mengatakan upaya membangun generasi muda  amat urgen dalam menyiapkan generasi muslim memiliki karakter dan  jati diri, yakni membentuk generasi cerdas, berakhlak karima, teguh iman, dan membumikan Alquran  serta Sunnah.

Sementara Ketua DPD LDII Sumedang, H. Usep Aziz Sholehuddin mengatakan  implementasi tsb bisa diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Ketua LDII berpesan dengan berakhirnya ikhtibar bukan berarti berakhir pula, melainkan suatu pemulaan.  Remaja harus tertib, fasih, dan tartil membaca Alquran.

Para peserta tahfidul quran dididik di tiap mesjid sebelum ikhtibar ini, yakni dengan metode murojaah (mengulang kembali hapalan-hapalan yang telah lalu) sehingga sebelum menambah hapalan baru, peserta didik mengulang dahulu hapalan lamaya. Sehingga  hafalan  mereka bisa melekat dan terjaga. 

Peserta ikhtibar kali ini oleh Dewan Juri dipersilahkan mengambil nomor telah disiapkan sesuai dengan juz al Quran yakni pilihan juz 28, 29, dan 30 akan mereka diujikan.  Masing-masing mendapat 5 soal, tentang ayat-ayat dalam surat di juz tersebut.

Program halaqoh yang dimulai 2017 diharapkan menjadi evaluasi sejauhmana tingkat pencapaian generus  selama satu tahun yang lalu.  Peserta mendapat sertifikat layak  dengan  kriteria, yakni  Mumtaz/Jayyid Jiddan/Jayyid/Maqbul/Rasib sesuai kompentesinya. Di akhir kegiatan, peserta tahfizh berfoto bersama dengan latar Ikhtibar Halaqoh Tahfidz Al Quran. (da)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar